Inti cerita itu adalah percintaan, kepribadian (yang ingin selalu ingin diperbaiki), berjuang mewujudkan impian, harapan, kata kata indah, cerita yang menginspirasi, dan di data lama banyak cerita pengalaman, pelajan lewat cerita khayal (kata kata kiasan), mengungkapkan kejengkelan teman pak jl, pak f, dsb (bukan berarti benar/hanya expresi dari rasa jengkel), pecinta wanita, kepribadian tidak baik udat udut, minum kopi susu, makan, tidur, ng, dsb, kemudian ada salah teori (tentang agama, allah, nabi, dsb) asal nulis (nyeri poltak, mal teriak mal, bukan lautan, dsb), pangeran, kerajaan, dsb. Itu semua aku asal nulis. Bukan fakta.

Dan mulai dari aku menulis kisah zau aku menulis dengan fikiran dan bahasa yang baik, berisi peljaran untuk memiliki kepribadian yang baik dan melawan yang tidak baik, waktu itu yang baru kuingat adalah yang jelas data lama isinya hampir semuanya tidak baik maka kubuat kisah zau. Untuk mengatasi data lama. Tapi ternyata itu belum cukup. Tidak bisa menjadi baik hanya dengan diatasi dengan kisah zau karena inti data lama belum sepenuhnya terceritakan kembali dengan baik. Kemudian aku membuat kisah kisah vino dan sutiyem/tasya. Itu juga belum melingkupi keseluruhan cerita yang ditulis lagi dengan baik. Kemudian aku membuat kisah vino dan siska, dst. 

Itu tergantung kemampuan fikiran kita/kalian memahaminya. 

Sebagian besar orang bisa memahaminya. Hanya sebagian kecil saja yang tidak bisa memahami.

Aku setiap hari lihat facebook. Dan yang kulihat hampir selalu kata kata indah dan menginspirasi, dan yang baik baik. Itu artinya Hampir semua orang bisa memahami.



Kesimpulan
- Inti cerita adalah percintaan, kepribadian (yang ingin selalu ingin diperbaiki), berjuang mewujudkan impian, harapan, kata kata indah, cerita yang menginspirasi.

- Data lama penulisannya kacau. Banyak salah. Banyak bukan fakta. Gambaran dibuat lebih buruk dari kenyataan.

- Aku ngi tidak benar. Dia ngi juga tidak benar. Pak m ngi juga tidak benar. Yang lain ngi juga tidak benar. Yang di data lama itu salah nulis salah mikir. Nulis ngawur. Tidak benar. Bukan fakta.

Ditulis oleh Mizzu Din
Kudus, 20 februari 2023